Jakarta – Bali Paling Murah: Naik Kereta

9:14:00 PM

Sebagai mahasiswa rantauan di Jakarta, saya biasanya pulang ke Bali naik pesawat yang dalam 2 jam sudah sampai tujuan. Tetapi, Minggu, 5 Oktober 2014 kemarin untuk pertama kalinya saya pulang ke Bali naik kereta dan disambung dengan menumpang kapal nyebrang selat Bali. Well, this is my first long-solo-trip. Ya, saya pergi sendirian! Melihat perawakan fisik saya yang lebih mirip anak SMP ketimbang mahasiswa, seperti biasa semua orang meragukan dan mengkhawatirkan keberangkatan yang sudah direncanakan 1 bulan sebelum hari-H ini. Mulai dari teman-teman di kampus hingga ibu saya yang paling panik dan hampir mau marah (untungnya Bapak dan Kakak mau mengijinkan).

Merencanakan perjalanan Jakarta – Bali sebenarnya sangat sederhana. Rutenya adalah sebagai berikut.
  1. Stasiun Jakarta Kota – Stasiun Surabaya Gubeng (dengan kereta Gaya Baru Malam Selatan) (update 26 Des 2015, Kereta Gaya Baru Malam Selatan sekarang berangkat dari Stasiun Pasar Senen)
  2. Stasiun Surabaya Gubeng – Stasiun Banyuwangi Baru (dengan kereta Mutiara Timur Siang) *Update 26 Des 2015, alternatif kereta dari Stasiun Surabaya Gubeng ke Stasiun Banyuwangi Baru bisa naik kereta ekonomi AC Probowangi yang berangkat pukul 4.23 dengan harga tiket Rp68.000,00. Tetapi sayang sekali tiketnya tidak tersedia online di website PT KAI, harus beli di loket.
  3. Stasiun Banyuwangi Baru – Pelabuhan Ketapang (jalan kaki kurang 5 menitan)
  4. Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk, Bali (dengan kapal)

Kedua tiket kereta api tadi bisa dibeli secara online di situs PT. KAI (kereta-api.co.id). Sedangkan tiket penyebrangan Ketapang – Gilimanuk bisa dibeli on the spot di pelabuhan. Rinciannya,
  1. Tiket kereta ekonomi AC Gaya Baru Malam Selatan harganya Rp55.000,00 berangkat pukul 10.30 dan sampai di Surabaya pukul 00.50 (sekitar 15 jam) untuk keberangkatan tanggal 5 Oktober 2014. (Update 26 Des 2015, harga tiket Rp110.000,00)
  2. Tiket kereta bisnis Mutiara Timur Siang (hanya tersedia bisnis dan eksekutif) harganya Rp140.000,00 berangkat pukul 09.00 dan sampai di Banyuwangi pukul 15.30 (sekitar 7 jam) untuk keberangkatan tanggal 6 Oktober 2014.
  3. Tiket penyebrangan Ketapang – Gilimanuk harganya Rp8.000,00 dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Penyebrangan ini buka 24 jam, jadi jangan takut ketinggalan/kehabisan kapal.

Tiket Kereta

*Jangan lupa untuk memperhatikan tanggal keberangkatan kedua tiket kereta yang dibeli. Salah-salah bisa saja kita malah membeli dua tiket di tanggal yang sama padahal saat kita sampai di Surabaya tanggalnya sudah berganti hehe.

Ada jeda waktu yang cukup lama (sekitar 8 jam) untuk keberangkatan kereta ke Banyuwangi. Kalau saya sih kemarin cukup beruntung punya teman SMA yang kuliahnya di Surabaya dan tempat tinggalnya dekat dari stasiun Gubeng. Dia dengan baik hati mau jemput jam 1 pagi di stasiun, menampung saya semalam, dan mengantarkan saya ke stasiun lagi besok paginya. Kalau tidak ada teman atau saudara yang bisa dijadikan tempat transit, bisa kok bermalam di stasiun. Beberapa penumpang yang saya kenal kemarin pada tidur di stasiun. Tapi kalau anda cewek dan pergi sendirian, ini kurang dianjurkan. Kalau tidak salah sih ada juga kereta ke Banyuwangi yang berangkatnya jam 04.30, tapi saya gak dapat tiketnya kemarin.

Kondisi Kereta

Dulu sering diberitakan kalau kondisi kereta ekonomi itu sembrawut, sesak, rawan kriminal, dan segala macam hal-hal kurang menyenangkan lain. Itu juga yang bikin ibu saya tadinya khawatir dan panik banget. Nah, yang saya temukan selama 15 jam perjalanan saya ke Surabaya, sih, kereta ekonomi AC itu ga seburuk yang diberitakan dulu. Sekarang sudah ada AC-nya, gak panas lagi! Tempat duduknya pakai nomer, ga ada rebutan atau gak kebagian tempat duduk lagi. Bahkan, ada colokan! Powerbank pinjaman teman kosan saya gak kepakai sepanjang perjalanan hehehe. Gak usah khawatir rebutan colokan, rata-rata penumpang kereta ekonomi carang ngecas gadget, kok. Tempat duduk kereta ekonomi hadap-hadapan, 2 – 2 dan 3 – 3. Satu lagi, di kereta sekarang sudah gak ada lagi pedagang asongan yang masuk di tiap stasiun. Yang jualan di kereta itu cuma petugas kereta. Mereka biasanya bolak balik lewat menawarkan nasi goreng/nasi rames/pop mie/air mineral. Nasi goreng/nasi rames dijual Rp15.000,00 seporsinya sedangkan bundling popmie dan air mineral dijual Rp9.000,00.


Nasi Goreng di Kereta Ekonomi

Kondisi di dalam gerbong Kereta Ekonomi

Kondisi di dalam Gerbong Kereta Ekonomi
Perbedaan mendasar antara kereta ekonomi AC dan bisnis adalah tempat duduknya. Kalau kereta ekonomi tadi duduknya hadap-hadapan, di kereta bisnis kita duduknya kayak di bus/pesawat. Ruang kakinya lebih luas, duduknya berdua berdua tapi kursinya cukup lebar kok. Disini makanannya lebih variatif dan dijual lebih mahal. Mulai dari makanan berat sampai makanan penutup. Nasi goreng di kereta bisnis harganya Rp 25.000,00, pakai piring porselen dan gak pake sendok plastic lagi kayak di kereta ekonomi hehehe. Ada colokan juga! 2 colokan di setiap sisi, jadi ga bakal rebutan colokan juga di sini hehe. Sama seperti di kereta ekonomi, di kereta bisnis juga ada penyewaan bantal dengan rate yang sama yaitu Rp5.000,00 per bantal.
Nasi Goreng di Kereta Bisnis

Kondisi di dalam Gerbong Kereta Bisnis
Colokan di Gerbong kereta Bisnis
Bantal yang Disewakan di Kereta
Home in Hours

Stasiun akhir tempat kita berhenti adalah Stasiun Banyuwangi Baru. Dari sini kita Cuma perlu lurus keluar stasiun, menyebrang jalan raya dan terus kearah kanan. Kurang dari 50 meter kita sudah sampai di pintu pelabuhan! Horeeeee! Saya senang sekali waktu itu. Kemudian kita tinggal masuk ke pintu khusus penumpang, beli tiiket, dan langsung menuju kapal. Wooohooooo! Di kapal kita cuma harus menikmati sore, angin, ombak, langit. Semuanya jadi indah ketika sudah mau sampai rumah hehehe (padahal masih harus naik mobil 1.5 jam lagi dari gilimanuk ke rumah). Sesampainya di Gilimanuk, saya dijemput Ibu, Bapak, dan Adik saya. Pesan saya, sampai di sini jangan lupa mampir di Ayam Betutu Men Tempeh. Itu ayam betutu paling enak dan sudah terkenal juga.
Pintu Masuk Penumpang Pelabuhan Ketapang

Langit Ketapang dari Atas Kapal

Keluar Kapal, Sampai di Pelabuhan Gilimanuk
Nah, sekian cerita saya mengarungi Pulau Jawa dan Selat Bali sendirian. Semoga bisa menjadi referensi perjalanan anda berikutnya. Kalau saya saja bisa, masa anda engga? :D


Kuningan, 17 Oktober 2014

You Might Also Like

0 comments