I Demand Food!

12:33:00 AM

Hari ini adalah 6 hari sebelum keberangkatan saya untuk main ke Yogyakarta. Besok saya masih harus ujian sampai Jumat. Masih ada 5 mata kuliah dan seperti biasa, jenuh. Karena di semester  5 ini ada 9 mat akuliah yang saya isi di KRS, jadilah terseok-seok begini kalau sudah musim ujian. Bukan karena susahnya, tapi karena kuantitasnya. Banyak sekali ujian yang harus dihadapi hahaha.

Ngomong-ngomong soal ujian, dunia penerbangan komersial negara ini juga sedang diuji, atau lebih spesifik lagi yang ingin saya bicarakan adalah Bapak Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Republik Indonesia. Setelah kecelakaan yang dialami salah satu pesawat Airasia, Pak Menteri disorot media untuk berbagai hal. Banyak sekali berita tentang beliau marah-marah karena pilot penerbangan pesawat yang jatuh itu tidak melakukan face-to-face weather briefing, atau berita tentang kebijakan Kementerian Perhubungan mengenai penghapusan tiket pesawat murah.

Banyak sekali orang yang langsung menghujat beliau atas dua berita yang saya sebutkan tadi. Tapi, alangkah baiknya kalau kita tidak semerta-merta berpikiran negatif pada beliau atau siapaun yang tengah diserang oleh pemberitaan yang kurang baik. Harus disadari bahwa selalu ada dua sisi dari suatu hal, baik dan buruk, menyenangkan dan kurang menyenangkan, dan lain sebagainya.

Tindakan marah-marah Pak Menteri ada benarnya kalau kita berkaca pada Jepang. Dosen saya senang sekali menceritakan pengalamannya selama beliau kuliah di Jepang. Salah satunya adalah di sana sangat dibudayakan untuk meyakinkan bahwa sesuatu telah dilakukan. Misalnya, ketika mematikan lampu di kelas, seseorang juga harus menyebutkan bahwa lampu itu mati sehingga tidak ada lagi kejadian di tengah jalan dia bimbang apakah lampunya sudah dimatikan atau belum. Atau cerita tentang petugas yang harus menyebutkan warna lampu yang menyala bukan hanya memencet tombolnya saja.

Mungkin begitu pula dengan para pilot yang sudah seharusnya menghadiri brifing cuaca sebelum berangkat. Tujuan diadakannya briefing cuaca mungkin adalah untuk meyakinkan mengenai prakiraan cuaca yang akan dihadapi penerbang yang tidak cukup hanya sekedar melihat rekap data cuaca online.

Untuk berita kedua, bisa jadi benar kebijakan itu prematur. Saya sendiri sebagai mahasiswa rantauan yang moda transportasi utama untuk pulang kampung adalah pesawat terbang tentu merasa agak berat jika tidak ada lagi tarif promo. Apalagi para backpacker di luar sana yang memang sangat mengandalkan tiket promo untuk mewujudkan rencana jalan-jalan mereka. Tapi sekali lagi, selalu ada sisi yang lain yang harus juga dilihat. Mungkin Kementerian Perhubungan punya pertimbangan yang lebih matang tentang kebijakan ini. Saya juga belum baca lebih jauh.

Saya sendiri bukan orang yang mengikuti setiap potong berita yang dirilis oleh media  karena saya agak kesal dengan pemberitaan media yang sering kali tidak berimbang, hanya ingin menjual berita. Tapi pesan moralnya adalah sebelum kita terlalu jauh membenarkan ataupun menyalahkan sesuatu, ada baiknya kita lihat sisi lainnya. Selalu ada sisi yang lain. Selain itu, kalau memang hati sudah bulat untuk memihak, pastikan kalau bukti atau setidaknya analisis sudah cukup. Jangan hanya karena membaca suatu artikel yang isinya opini penulis semua lantas kita langsung terpengaruh tanpa punya analisis sendiri. Analisis yang kita buat juga jangan melulu bawa hati dan emosi, silakan tools analisis yang anda dapat semasa sekolah atau kuliah dipergunakan. Bisa yang sesederhana 5W1H dan 5Whys, atau tools analisis lain yang lebih wahid lagi. Jika analisisnya sudah terstruktur, tempat untuk pengaruh berlebih dari hati dan emosi bisa dikurangi hehe.

Harus disadari bahwa setiap suara kita akan memberi pengaruh pada arah suatu berita karena di jaman yang sosial media sudah menjadi asupan informasi bagi sebagian besar orang ini, setiap informasi yang kita bagikan bisa membawa dampak berkali lipat tanpa kita sadari. Maka dari itu, pintar pintarlah memilih informasi yang akan kita dukung dan sebarkan.

Selamat malam J

Note: Judul di atas tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi tulisan ini. Saya memberi judul seperti itu semata-mata karena saya sedang sangat ingin ngemil sebelum menulis. hehehe

You Might Also Like

0 comments