Saturday, December 31, 2016

2016 in Summary

Awalnya mikir, males ah nyempatin ngetik soal 2016. It’s just another year to pass. Tapi dipikir lagi, saya mesti nulis deh buat inget-inget ngapain aja sih setahun ini. Terus tahun depan mau diapain ya. Hahaha.

Tahun ini adalah satu lagi tahun menyenangkan yang saya jalani. Many things happened, either the planned or unplanned ones. Sebelum ngetik lebih jauh, rasanya pengen lihat catatan tahun lalu. Di akhir 2015. Rasanya saya bikin post juga. Sebentar, saya cari dulu.

Duh, ternyata postnya saya balikin jadi draft HAHA. Baiklah, mari kita kembali ke topik paling mainstream di penghujung tahun: one year summary.


Tahun ini dimulai dengan Newmont Bootcamp di Februari. 8 hari main ke tambang tembaga di Sumbawa Barat, NTB. Bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang yang turned out memotivasi banget bahkan sampai sekarang. Menyenangkan sekali, semacam kesempatan langka dan berharga buat saya yang latar belakangnya cuma mahasiswa tanpa keahlian menulis yang baik, ataupun foto, atau lainnya yang bisa dijual. Cuma bermodal keberuntungan menang kuis di twitter. Ikut kuis yang didasari saking pengennya ke tambang Batu Hijau setelah dengar cerita kak Bayu waktu dinas di sana. Hahaha. Dari 2014 udah pengen. 2015 ceritanya udah apply kerja praktik di sana yang somehow malah KP di Bekasi, dan akhirnya menang kuis di tahun yang sama tapi baru berangkat 2016. Naif banget emang. Tapi seneng, kesampaian loh! Ke Sumbawa! Iya, saya belum pernah ke pulau lain selain Bali-Jawa-Lombok sebelumnya.

Balik dari Sumbawa, harusnya saya sidang. Tapi malah tergoda magang, revisian ditinggal lagi. Tapi ya ini godaannya terlalu menggiurkan sih. Magang di TMMIN! Abisan saya belum pernah magang beneran sebelumnya kan. Cuma kerja praktik. Jadi sayang rasanya kalau kesempatan ini disiakan. Magang di Toyota Motor Manufacturing Indonesia juga salah satu pengalaman yang membekas walaupun cuma 3 bulan. Tsahhhh. Soalnya tempat magangnya enak gitu, its people, its system. Dan saya dapet mentor yang baik banget: Mba Isyana (re: bukan Isyana Sarasvati yang penyanyi itu kok :p). Cerita lengkapnya di sini.


Dari Bootcamp, saya jadi rajin ikut kuis atau event semacamnya haha. Jadi saya menang kuis lagi, kali ini di instagram dan hadiahnya ikut cooking class. Kebetulan emang dari akhir tahun 2015 kemarin ceritanya saya lagi seneng banget belajar masak sushi. Hahaha. Beruntung lagi, ikut deh Japanese Cooking Class yang diadain majalah Cosmo Girl! X Modena Indonesia. Random banget emang. Pesertanya waktu itu ciwi ciwi banget, terus saya dateng kucel abis dari Sunter HAHAHA.


Satu event lagi yang secara random saya ikutin adalah BNI 7MISSIONS. Awalnya gak kepilih gitu, tapi di injury time saya dihubungin admin @BNI46 di instagram hhaha. Acaranya sih semacem race keliling Jakarta dalam rangka ultah BNI. Iya, udah saya bilang kan, random banget. Besoknya saya langsung ke nikahan Ana dan Aan di Bogor. Iya, undangan nikahan pertama yang saya datengin ya di 2016 :D

Dan akhirnya, di bulan Mei, saya lulus. Sarjana Teknik. Yiiiha! Hahahha. Tapi wisudanya masih 5 bulan kemudian. Saya masih magang, sambil cari kerja.

 

Selesai magang pertengahan Juni, saya pulang. Metatah. Acara besar di rumah.

Habis metatah, kesampaian naik Gunung Batur sama Mega setelah berbagai keraguan hahaha. Ceritanya di sini.

Akhir Agustus, masih ada lanjutannya Newmont Bootcamp. Kami ke Jogja! Ketemu lebih banyak lagi peserta dari batches sebelumnya.

September, saya mulai masuk sebagai Management Trainee di salah satu perusahaan manufaktur yang masih berada dalam naungan Kelompok Usaha Bakrie di Bekasi. Belum selesai juga urusan saya dengan Bakrie ternyata haha. Tapi ini murni pilihan sendiri sih, saya yang daftar, bukan diassign dari kampus setelah lulus gitu.

Tahun ini masih suka ikutan ngedongeng (walaupun amatiran, abal-abal). Eh tapi valid loh kalo saya bilang “Saya ngedongeng di Festival Dongeng Indonesia Internasional lagi tahun ini”. HAHAHAHA soalnya emang iya kok. Walaupun cuma di pojok cerita dan yang denger hanya beberapa anak :p Ini bisa kejadian ya gara-gara Buku Berkaki hehe.
Dan di penghujung tahun, saya punya pengalaman baru membantu pengumpulan buku untuk anak-anak SD di pelosok Bali. Ternyata ini juga menyenangkan banget. Rasanya itu super bahagia pas dapet telfon ataupun chat dari orang-orang yang mau ikut donasi. Oh ya, proyek ini akan ada lanjutannya di 2017 ;)
Saya baru ingat, hal yang bikin saya akhirnya nulis ini adalah salah satu cerpen yang dibaca tadi siang. Judulnya Liang Liu karya Dewi Ria Utami. Ceritanya tentang seseorang yang menua dan mulai kehilangan kemampuan untuk menjaga ingatannya. Semua kenangan yang dia punya hilang begitu saja. Jadi saya pengen gitu nanti bisa buka post ini lagi, mengingat apa yang pernah saya lewati di 2016 saat saya berusia 22 tahun tapi masih saja kekanak-kanakan.

Oh ya, saya belum nulis resolusi! Hehehe. Mungkin nanti deh, setelah post ini :)

Selamat Tahun Baru 2017!

P.s. tahun 2016 akhirnya blog saya jadi .com! hihi
Menteng Atas, 31/12/2016 19:32
Readmore → 2016 in Summary

Thursday, December 8, 2016

Baca Buku Elektronik Gampang dan Gratis: iJakarta

Sabtu itu saya lagi main ke Perpustakaan Buku Berkaki di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat. Kak Icha ngasih tahu kalau sekarang ada loh aplikasi buat pinjam buku elektronik online dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta: iJakarta. Saya langsung buru-buru download aplikasinya dan mencoba mendaftar pakai akun facebook dan tada~ langsung bisa pinjam buku!

"iJakarta merupakan aplikasi Perpustakaan Digital (ePustaka) yang dilengkapi dengan reader untuk membaca eBook dan fitur-fitur media sosial, dikembangkan dalam beberapa sistem operasi sehingga bisa digunakan untuk berbagai perangkat komputer dan telepon pintar dengan cara online dan offline."

Ah, suka banget sama applikasi satu ini. Pertama, proses meminjam dan mengembalikan buku gampang banget. Buat pinjam buku, kita bisa langsung search dan pinjam. Tapi jumlah kopian yang dipinjamkan itu terbatas. Jadi kalau bukunya udah habis dipinjam orang, kita harus sabar masuk waiting list. Kalau bukunya pas tersedia, kita bisa langsung download dan baca. Kita bisa baca di PC, smartphone, atau tablet. Semuanya bisa disingkronisasi juga. Jadi daftar buku yang kita baca lewat PC tetap ada di daftar buku smartphone asalkan kita masuk dengan akun yang sama. Kemudian, buku-buku yang sudah selesai kita baca (atau gak jadi pengen baca) bisa langsung dikembalikan dengan memilih 'return' ataupun nanti bukunya akan langsung ditarik dari rak buku kita (jadi buknya hilang dari rak 'current' kita, pindah ke rak 'history'). Dengan sistem itu, gak ada lagi yang namanya denda kalau telat balikin buku hahaha.

website iJakarta
Kedua, pilihan bukunya lumanyan banyak dan banyak buku-buku bagus dari berbagai genre. Dari sejarah, fotografi, fiksi, buku pelajaran (BSE), dan segala macam deh. Saya baru habis baca Di Tanah Lada karya Ziggy Z rekomendasi kak Icha yang memang bagus dan saya rekomendasiin juga buat kalian hehe. Terus sekarang lagi baca Amba: Sebuah Novel karya Laksmi Pamuntjak dan udah pinjem tapi belum baca Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Oh ya, ada juga rilisan peraturan atau kebijakan pemerintah yang dimuat disini. Ada semacam kanalnya gitu.

Applikasi iJakarta
Ketiga, bisa pinjam kapan saja dan dimana saja asalkan ada koneksi internet. Kalau lagi suntuk nunggu dan gak bawa bacaan, this is such a magic! Hahaha. Tinggal buka applikasinya, download, baca deh. Ukuran file downloadnya juga gak besar kok, sekitar 2-6 Mb. Seukuran mp3 bajakan yang mungkin sering kalian download :p 

Keempat, bisa baca offline setelah download bukunya. Jadi applikasinya gak bikin boros kuota atau boros baterai karena gak harus terhubung ke internet terus. Saya paling suka download pas pulang kantor, terus baca di kost sampai ngantuk hehe.

Kelima, applikasi ini enable me to read more books in a month! Saya bukan orang yang rajin beli buku fisik, belakangan paling cuma 1 bulan sekali melipir ke Gramed atau Paperclip buat beli 1-2 buku. Such a shame, memang. Huhu. Kalau dulu di Bali lumayan lebih banyak baca soalnya tinggal ambil buku-buku kak Inda yang super banyak. Nah, sekarang gara-gara iJakarta ini nih, saya bisa  lagi pinjam buku segampang ambil di rak buku kak Inda. Tinggal minta rekomendasi kakak atau lihat review di Goodreads langsung deh meluncur download bukunya. Di minggu awal Desember ini udah mau habis 3 buku aja. Biasanya 1 buku juga belum tentu kelar :( 

Tampilan bacaan di layar iphone
Oh ya, ngomongin soal rekomendasi, ijakarta juga memfasilitasi para pembacanya buat bisa reading socially. Jadi lewat applikasi ini kita bisa share buku yang lagi dibaca ke sosmed lain seperti Facebook. Ada juga semacam level-level pembaca gitu, dari newbie sampai apa ya lupa. Kalau saya masih di newbie hahaha. Seru kaaan.

Tapi di balik kesenangan-kesenangan yang dibawa ijakata, memang sih banyak juga buku-buku bagus yang belum tersedia di iJakarta, makanya applikasi tersebut juga punya fitur 'donate' buat mendonasikan buku elektronik yang kita punya. Satu lagi yang jadi masalah buat applikasi ini adalah buku yang sudah di-download kadang hilang jadi harus di-download kembali sebelum baca offline huhu. Semoga ke depan applikasi ini bisa lebih stabil dan smooth :)

Seru banget, kayak bahagia gitu, Pinjam buku sekarang gak harus susah-susah datang ke perpustakaan, gak usah repot datang buat balikin lagi. Seneng sekarang ada alternatif aplikasi yang bermanfaat buat dibuka pas lagi suntuk. Seneng BPAD DKI Jakarta ternyata ikutan berinovasi dengan perpustakaannya dan ini bermanfaat banget (bahkan buat saya yang cuma numpang hidup di Jakarta hehe). Terima kasih BPAD DKI Jakarta! Semoga segera disusul daerah-daerah lain juga inovasinya :)

Epicentrum, 08/12/2016 11:20


Readmore → Baca Buku Elektronik Gampang dan Gratis: iJakarta