Dari Universitas Bakrie sampai Bakrie Pipe Industries: Bagian 3 - Akhir

10:46:00 AM

On Hold

Couple hours before my flight leaving for home, I got an interview with an area manager of a multinational beverage company in Jakarta Selatan. It was my first user interview! 
  
Karena deg-degan menunggu interview, akhirnya saya googling dan menemukan satu thread panjang tentang posisi tersebut. Isinya kurang lebih tentang ekspektasi para peserta seleksi yang jauh dari bayangan. Banyak di antara mereka sepertinya berpikir bahwa menempati posisi itu berarti akan bekerja sebagai karyawan elit di kantor megah. Mereka langsung goyah ketika belum apa-apa ditanyai soal kepemilikan atas SIM C. Dan ya, ketika masuk ruangan, si user langsung tembak dengan kalimat "Sebelum saya mulai interview, saya mau kasih tahu kamu sesuatu dulu. Soalnya sayang saja kalau sudah lama-lama interview tapi ternyata kamu tidak mau pekerjaan ini." 

Beliau menanyakan soal SIM C persis seperti yang dibahas di thread, beliau juga menanyakan soal masuk kerja saat akhir pekan, menanyakan soal jam kerja yang mulai pagi-pagi sekali dan pulang akan terlambat, datang ke toko-toko. Sejujurnya pertanyaan-pertanyaan itu sedikit bikin gentar, tapi entah kenapa rasanya juga bersemangat sekali. Membayangkan diri harus bersusah payah panas-panasan dari toko ke toko naik motor sendiri, Gila! Jika saya menceritakannya kembali beberapa tahun kemudian pasti keren! Hahaha naif sekali, memang. 

Setelah obrolan tentang calon pekerjaan, sebenarnya saya dan bapak pewawancara lebih banyak ngobrol tentang hal lain: Bali, karena kami berdua berasal dari pulau yang sama. Satu hal yang sangat saya ingat dari obrolan itu adalah "kamu harus punya pilihan kamu sendiri". Kalimat ini muncul setelah saya bicara soal sebagian besar hal-hal saya jalani sebenarnya agar sesuai dengan harapan ibu saya. Karena saya, bagaimanapun menyebalkan kelakuan saya di rumah, saya sayang sekali dengan ibu. Pasti kalian juga begitu :)

***
Salah satu bagian dari rute Dps-rumah harus melewati bukit dan perkebunan cengkeh di sisi jalannya, masih 30 menit dari rumah. Di area ini sinyal susah sekali, kalaupun ada kualitasnya tidak bagus. Dan entah kenapa telfon dari HRD CCAI harus datang di tempat seperti ini. Telfonnya tidak terdengar jelas dan bahkan terputus sebelum informasinya bisa ditangkap. Ah, rasanya agak panik juga. 

Beberapa menit setelah sampai rumah, handphone berdering lagi, nomor yang sama. Seorang laki-laki di ujung telepon kembali mengenalkan diri dan mulai menjelaskan benefit yang akan didapat setelah menandatangani kontrak. Sebagai first job-er, saya bersemangat sekali! I will pay my own bills! ahaha. 

Seperti biasa, untuk hal-hal seperti ini harus dibicarakan dengan ibu bapak. Karena sebenarnya saya juga sedang menunggu hasil interview di tempat lain yang posisinya mirip: management trainee.

Ketika bercerita tentang gambaran pekerjaan di CCAI, bisa dipastikan ibu membayangkan dan tidak mau anaknya angkat-angkat krat minuman dari toko ke toko walalupun itu adalah bagian dari program. Walaupun entah kenapa anaknya bersemangat sekali. Dan ya, karena pertimbangan ibu, saya merelakan tawarannya. "Nothing to lose. Seumpama nanti tidak lulus interview satunya juga tidak apa, berarti saya belum cocok dan tinggal cari lagi yang pas."

***
Saya dapat telfon lagi! Kali ini dari Dinda. Kami kenal setahun lalu (kala itu). Dia sedang magang dan saya kerja praktik di tempat yang sama. Teman makan siang. Dinda sudah lulus duluan dan sekarang sedang menelfon sebagai staf HRD yang mengabarkan berita baik: BOD interview di Bakrie Tower Lt. 7 hari Selasa. Dia menelfon hari Jumat siang, saya masih di Bali. Duh.

Tapi beruntung, interviewnya bisa dijadwalkan kembali setelah lebaran. Dan interview kali ini tidak santai seperti sebelumnya. Interviewernya pun banyak, yang belakangan saya baru tahu bahwa mereka adalah Chief HRD, Chief Logistics, dan GM Plant. Maklum, saat interview saya tidak bisa mengingat nama dan posisi mereka. Mengingat nama di awal pertemuan adalah kelemahan. 

Interview bersama BOD sebenarnya agak membuat kehilangan semangat. Jawaban-jawaban yang saya berikan rasanya kurang sesuai dengan ekspektasi mereka. Terutama pertanyaan seputar masalah diangkat dalam skripsi. Interview yang diakhiri dengan "Sebenarnya jawaban yang saya harapkan adalah ...." dari seorang chief. Jatuh berkeping-keping. Rasanya waktu itu ingin ditelan bumi saja. 

***
Awal September, sudah tidak tehitung berapa kali menjejak ke pabrik ini. Kerja praktik, skripsi, seleksi-seleksi MT. Kali ini saya datang sebagai anak baru! Ada 4 orang termasuk saya. Perempuan sendiri. Tiba-tiba saya teringat pertanyaan salah satu manajer ketika interview pertama: "kenapa kami harus memilih kamu yang, maaf, bukannya bagaimana, tapi kamu perempuan, di pabrik. kenapa kami harus memilih kamu?" 

Awalnya kami berempat, dibulan kedua jadi berlima. Foto diambil di SEAPI, Lampung.
Dan inilah bulan kesepuluh saya di Bakrie Pipe Industries :)


Bekasi, 15/6/2017 10:21 


You Might Also Like

0 comments