Lebih Milih Spotify daripada Apple Music

3:55:00 PM

Source: talkandroid.com
Belakangan ini penyedia layanan pemutar musik lagi populer banget. Mulai dari Joox, Spotify, Deezer, Apple Music, hingga aplikasi serupa lainnya yang saya tidak tahu. Kalau dulu kita mau dengerin lagu harus download (illegal) dulu. Atau buat yang bermental anti pembajakan, harus beli di itunes atau beli CD kemudian dipindahkan ke handphone/komputer. Sekarang semuanya jauh lebih sederhana lewat adanya aplikasi dan koneksi internet. Kita bisa langsung mendengarkan lagu tanpa susah-susah download. Semua ada dalam satu aplikasi, cukup ketik judul/artis dan mainkan. 

Saya sendiri salah satu pengguna yang sangat menyukai applikasi di atas, khususnya Spotify. Nah, hari ini niat banget nulis soal Spotify gara-gara kemarin sempat pindah ke Apple Music beberapa hari, terus baru ngeh ternyata Spotify jauh lebih cocok buat saya.

Ada beberapa fitur yang bikin Spotify menang banget dibandingin sama Apple Music. Here's my review:

1. Subscription
Spotify punya layanan gratis dan berbayar. Kalau pakai yang gratisan, kita gak bisa pilih lagu sendiri, semuanya shuffle. Jadi kalau pengen banget dengerin satu lagu, gak bisa langsung play lagu itu. Bisa ke lagu lain si artis atau di album lagu itu. Dengan layanan gratis, kita juga gak bisa replay lagu sebelumnya. Hiks. Sedangkan layanan berbayarnya memungkinkan kita buat melakukan semuanya, termasuk juga menyimpan lagu ke handphone sehingga bisa didengarkan saat offline, dan bebas iklan tentunya. Biaya berlangganannya sih standar, sama dengan biaya layanan Apple Music yaitu sekitar 49ribu per bulan.
Nah, Apple music sendiri memaksa kita buat otomatis subscribe agar bisa menikmati layanannya alias tidak ada layanan gratis. Eh ada deh, tapi cuma free trial selama 3 bulan dengan tetap harus memasukkan informasi kartu kredit. Oh ya, kalau spotify biaya langganannya bisa dipotong dari pulsa (indosat).

2. Charts
Spotify punya peringkat lagu berdasarkan negara dan juga peringkat global. Jadi kita bisa lihat juga top chart di negara-negara lain. Sedangkan Apple Music chartnya berdasarkan genre (dan sepertinya juga otomatis berdasarkan region/negara kita). Menurut saya sih, chartnya Spotify jauh lebih representatif dan aktual. Top Charts Apple Music hari ini punya Virgoun dan Armada di daftarnya. Mereka juga masih punya Despacito. Hmm.

3. Daily Mix vs For You
Ini adalah poin paling signifikan dari semuanya. Spotify punya fitur Daily Mix, keren banget! Dari apa apa yang kita dengerin, mereka memetakannya lewat entah agoritma apa--hail those spotify engineer--dan membuatkan kita semacam personalized playlist yang isinya lagu/artis sealiran. Spotify akan otomatis men-generate beberapa daily mix, dikelompokkan sesuai dengan kemiripannya. Ini bener-bener keren dan asik banget. Bikin kita ngedenger artis/lagu bagus dan sealiran tapi belum pernah kita dengar. Karena mereka bikinin beberapa daily mix, jadi kita bisa pilih sendiri hari ini mau dengerin yang mana. Tidak terbatas hanya satu genre saja. Spotify enables us to explore with such an ease.
Apple Music juga punya fitur mirip sih, namanya For You, tapi gak secanggih Spotify. Mereka gak bisa generate otomatis. Kita mesti pilih dulu genre apa yang kita suka. Ribet. 




 
4. Recently Played, Jump Back In
Fitur ini gak saya temukan di Apple Music. Saya kadang suka memutar sembarang playlist, ternyata suka. Tapi buat beberapa saat doang, habis itu lupa. Nah, ketika beberapa minggu kemudian pengen denger lagi dan saya lupa itu yang kemarin enak lagunya siapa, fitur ini bantu banget!! Saya tinggal nge-swipe liat Recently Played atau Jump Back In dan tada~

5. Lyrics
Di Apple Music, kita bisa klik lyrics terus keluar deh text liriknya. Plek lirik gitu. Tapi kalau di Spotify, dia kerja sama sama genius.com, situs penyedia lirik yang gak sekedar lirik tapi intepretasinya juga. Jadi yang ditampilin di spotify bukan plek lirik, tapi juga tentang si lagu itu dibikin kenapa dan gimana dan sebagainya.

Secara keseluruhan, jelas saya lebih memilih Spotify karena keunggulan fiturnya. Ya, mungkin juga ini karena apple kan memang bisnis utamanya bukan di sini, jadi mereka kurang apik ngurusnya.

Thanks for reading!

P.s.
Sorry that my previous post hasn't continued yet. Things happened hehe.

You Might Also Like

0 comments